Thursday, August 30, 2012

Koleksi Musik Dero Merauke Papua


Bagi teman-teman yang berasal dari Papua, Khususnya dari Kabupaten Merauke, dan suka mendengarkan musik dero, disini saya ada koleksi beberapa musik dero, bagi yang berminat silahkan di download. daripada saya simpan di hardisk dan cuma saya yg mendengarkan. mungkin teman-teman ada yang berminat. 

Download Musik Dero 4Shared

1. Kali Bian Dero

Tuesday, August 28, 2012

Update PES 6 Transfer Pemain Juni 2012-2013

Bagi teman-teman yang hobi bermain PES, dan masih menggunakan PES 6, disini saya akan memposting update PES 6 transfer pemain juni 2012. bagi yang berminat download, silahkan saja menuju link yang telah saya sediakan di bawah. 

Robin van Persie 

Untuk mendapatkan file Update PES 6 Transfer pemain juni 2012, langsung saja ....
Download Klik Disini  4Shared

untuk mendownload teman-teman harus memiliki akun di 4shared, login terlebih dahulu. baru bisa mendownload!!!...

Saturday, July 28, 2012

Mencoba Posting Kata-Kata Mutiara & Puisi


“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana… seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu… Aku ingin mencintaimu dengan sederhana… seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada…”



“KETIKA HATI BICARA”

Wahai sobat ..... !!!!
Jika engkau memancing ikan, sa’at ikan itu terlekat di mata kailmu hendaklah engkau ambil ikan itu, & jangan engkau lepas kembali ke dalam air, karena ia akan sakit oleh tajamanya mata kailmu, & mungkin ikan itu akan menderita selagi ia masih hidup.

Begitulah.... setelah engkau memberi banyak harapan kepadanya & ketika dia mulai menyayangi hendaklah engkau menjaga hatinya janganlah engkau mengabaikan & engkau pandang dia dengan sinisnya hingga meminta perhatianmu, karena ia akan terluka oleh kenangan bersamamu & menyayat hatinya ketika ia mengingatmu.

Tuesday, April 24, 2012

Cara Menonaktifkan System Startup Di Windows XP, Visata, dan Seven


Bagi pengunjung blog ini, mungkin ada yang ingin mematikan/menonaktifkan semua atau sebagian dari program-program aplikasi yang ada di pojok kanan bawah dengan tujuan agar proses ketika windows dinyalakan atau dimatikan tidak terlalu membutuhkan waktu yang lama hingga desktop dapat di fungsikan, karena terkadang mengganggu. Ini adalah salah satu cara sederhana untuk mempercepat proses kerja windows.
Contoh tampilan startup

Mungkin kurang lebih seperti itu penjelasan sederhananya, semoga bisa di pahami…
Langkah-Langkah
  • Klik “Start” pilih “Run”
  • Ketik “msconfig” atau “MSCONFIG” pada “Open” (huruf besar kecil dibaca sama).


  •  Klik tombol “OK” maka akan muncul jendela “System Konfiguration Utility”


 
  • Pilih “Startup” lalu lepas semua tanda centang pada program aplikasi yang tidak ingin anda jalankan. Bisa dilepas satu per satu atau langsung dengan klik “Disable All”  jika ingin mengaktifkan lagi tekan “Enable All” teman-teman jangan kuatir setelah di “Disable” aplikasi masih bisa di “Enable” lagi.
  • Nanti akan nampak seperti gambar di bawah ini


 
  • Setelah selesai Klik tombol “Apply” lalu “OK”

 
  • Pilih “Restart” agar windows langsung menyimpan settingan kita.
Selamat Mencoba , Semoga Berhasil
Catatan: Untuk windows Vista dan 7 Seven kurang lebih caranya sama. Semoga Bermanfaat.

Cara Menonaktifkan Automatic Updates Windows XP SP 3


 
Kenapa automatic updates perlu untuk di matikan/nonaktifkan??, fungsinya adalah supaya windows tidak terupdate secara otomatis ketika kita sedang terhubung dengan jaringan internet, selain mengurangi jatah bandwitch juga mencegah windows di blokir atau di blacklist oleh Bapak Microsoft (Bagi pengguna windows Ilegal atau bajakan) kalau windows asli atau Original tidak perlu di Nonaktifkan.
Langkah-langkah
  • Klik “Start” pilih “Kontrol Panel”


  • Klik “Performance and Maintenance”


 
  • Klik “Sytem”



 
  • Klik “Automatic Updates”


 
  • Klik tombol “Aplly” lalu “OK”.
Selesai , Selamat Mencoba Semoga Bermanfaat







Monday, April 23, 2012

Cara Mengaktifkan Print Spooler Windows XP, Vista dan Seven


 
Tutorial ini hanya di tujukan kepada teman-teman yang belum mengetahuinya. Cara ini sebenarnya sudah hampir semua orang mengetahuinya, tapi tidak ada salahnya saya posting untuk berbagi kepada teman-teman yang belum sempat mempelajarinya.
Suatu masalah, apabila kita belum pernah mengetahui atau belum mempelajarinya pasti kita akan merasakan kesulitan, bahkan biasa membuat kita bingung, padahal sebenarnya masalah yang kita hadapi hanya sesuatu yang sepele dan mudah untuk diatasi. Salah satunya adalah di saat kita memiliki tugas banyak, harus secepatnya di print dan di kumpul entah kepada guru, dosen ataupun instansi. Sedangkan printer yang akan kita gunakan tidak mau terinstal di windows kita atau tidak berfungsi ketika akan digunakan. Ada dua kemungkinan tidak mau terinstalnya printer, pertama karena printer rusak dan yang kedua karena Print Spoolernya belum aktif atau belum diaktifkan masih dalam Kondisi “STOP”.
Langsung saja saya akan memberitahu cara mengaktifkannya.
Langkah -langkah
1.       
  •       Klik kanan di “My Computer”


 
  • .         Pilih “Manage” akan muncul jendela “Computer Management”

 
  •            Pada “Services and Applications” pilih “Services”
  •     Pada Services ada dua pilihan “Extended” dan “Standard” . pilih “Extended”. Biasanya jendela awal otomatis yang terbuka adalah “Extended”.
  •      Cari “Print Spooler” , supaya cepat klik di salah satu item dan ketik huruf “P” supaya memudahkan pencarian.


 
  •       Setelah ketemu klik kanan lalu pilih “Properties”.


  •   .      Pada Print Spooler “Properties” harus melakukan 3 hal
  • Pertama: Pada Startup Type pilih “Automatic” atau “Manual”.
  • Kedua: Pada Services Status klik tombol “Start”.
  • Ketiga: Klik “OK” Usai sudah proses pengaktifan Print Spooler kita.

Setelah selesai, masukan CD/DVD driver printer teman-teman lalu install printer, selamat mencoba dan selamat bekerja , semoga sukses.
Catatan: Untuk Windows Vista dan Seven 7 caranya sama saja. Cara diatas saya menggunakan windows XP SP 3. 

Download File Berbentuk PDF Klik Disini


Download File Bebentuk Word Klik Disini


























Tuesday, April 10, 2012

Tanaman Sagu dan Pemanfaatannya di Propinsi Papua


 
Sagu mempunyai peranan sosial, ekonomi, dan budaya yang cukup penting di Propinsi Papua karena merupakan bahan makanan pokok bagi masyarakat terutama yang bermukim di daerah pesisir. Pertanaman sagu di Papua cukup luas, namun luas areal yang pasti belum diketahui. Flach (1983) memperkirakan luas hutan sagu di Papua mencapai 980.000 ha dan kebun sagu 14.000 ha, yang tersebar pada beberapa daerah, yaitu Salawati, Teminabuan, Bintuni, Mimika, Merauke, Wasior, Serui, Waropen, Membramo, Sarmi, dan Sentani Hutan sagu merupakan komunitas yang terdiri atas campuran tanaman sagu dan tanaman nonsagu. Proporsi tanaman sagu dalam hutan sagu bervariasi antara kurang dari 30% sampai 90% (Haryanto dan Pangloli 1992). Hal ini menyulitkan dalam memperoleh data yang pasti mengenai luas daerah penyebaran sagu di Papua.

Informasi mengenai teknologi budi daya sagu masih sangat terbatas. Pemeliharaan kebun sagu yang dipraktekkan oleh petani masih sangat sederhana, yaitu berupa pemangkasan pohon yang menaungi sagu dan pembersihan gulma. Pemupukan, pengaturan air, dan teknik budi daya lainnya belum dipraktekkan sehingga hasilnya juga belum maksimal. Selain itu, usaha-usaha pengembangan sagu secara budi daya belum banyak mendapat perhatian sehingga suatu saat hutan sagu akan terancam punah. Sementara itu di negara lain seperti Malaysia dan Jepang, tanaman sagu sudah dikembangkan sejak beberapa dasawarsa yang lalu (Widjono dan Lakuy 2000). Pada masa datang, pengembangan dan budi daya sagu perlu mendapat perhatian. Tanaman sagu yang tumbuh di Papua terdiri atas banyak jenis, dan sampai saatini telah diidentifikasi  60 jenis pada empat tempat di Papua (Widjono et al. 2000). Dari jenis-jenis ini ada yang berpotensi hasil tinggi dan ada pula yang berpotensi hasil rendah dan sedang.
Tanaman sagu mempunyai banyak manfaat. Tepungnya digunakan untuk bahan makanan pokok di Papua yang disebut papeda, di samping untuk kue dan bahan baku untuk pembuatan spirtus atau alkohol. Daunnya digunakan sebagai atap rumah, pelepah untuk dinding rumah, dan ampasnya dapat dimanfaatkan sebagai pulp untuk pembuatan kertas atau pakan ternak (Haryanto dan Pangloli 1992; Batseba et al. 2000).

Kondisi dan Tempat Tumbuh Pohon Sagu
Sagu dapat tumbuh sampai pada ketinggian 700 m di atas permukaan laut (dpl), namun produksi sagu terbaik ditemukan sampai ketinggian 400 m dpl. Menurut klasifikasi Schmidt dan Ferguson (1951), tipe iklim A dan B sangat ideal untuk pertumbuhan sagu dengan rata-rata hujan tahunan 2.500-3.000 mm/tahun. Suhu optimal untuk pertumbuhan sagu berkisar antara 24,50-29o C dan suhu minimal 15oC, dengan kelembapan nisbi 90% (Haryanto dan Pangloli 1992 ). Tanaman sagu membutuhkan air yang cukup, namun penggenangan permanen dapat mengganggu pertumbuhan sagu.
Tinggi tanaman pada penggenangan berkala hampir lima kali lipat dari tinggi tanaman pada penggenangan permanen atau tanpa penggenangan. Demikian pula dalam pembentukan anakan, penggenangan berkala mampu membentuk anakan dua kali lebih banyak dibanding penggenangan permanen atau tanpa penggenangan. Rendahnya pertumbuhan dan pembentukan anakan pada penggenangan permanen disebabkan oleh kurangnya oksigen di daerah perakaran karena semua pori tanah terisi oleh air. Sebaliknya pada daerah tanpa penggenangan terjadi kekurangan air terutama pada musim kemarau. Untuk memperbaiki pertumbuhan sagu pada daerah yang tergenang secara permanen perlu dilakukan perbaikan drainase, sedangkan pada daerah tanpa penggenangan perlu pengaturan pemberian air.
Pengertian mengenai hutan sagu adalah hutan yang didominasi oleh tanaman sagu. Selain sagu, masih banyak tanaman lain yang ditemukan dalam kawasan tersebut. Selain itu, dalam satu hamparan hutan sagu tidak hanya tumbuh satu jenis sagu, tetapi terdapat beragam jenis sagu dan struktur tanaman.
Struktur tanaman sagu dalam satu hamparan bertingkat-tingkat yang terdiri atas semaian, sapihan, tiang, dan pohon. Semaian adalah tanaman muda yang batangnya bebas daun hingga ketinggian 0-0,50 m; sapihan adalah tanaman yang batangnya bebas daun antara 0,50-1,50 m; tiang adalah tanaman yang batangnya bebas daun dari ketinggian 1,50-5 m, dan pohon adalah tanaman yang batangnya bebas daun pada ketinggian 5 m atau lebih (Haryanto dan Pangloli 1992).

Jenis- Jenis Sagu
Secara garis besar tanaman sagu dibagi menjadi dua golongan, yaitu sagu yang hanya berbunga dan berbuah satu kali, dan sagu yang berbunga dan berbuah dua kali atau lebih. Sagu yang berbunga dan berbuah hanya sekali mempunyai arti ekonomi penting karena kandungan acinya sangat tinggi. Golongan ini terdiri atas lima spesies, yaitu Metroxylon rumpii Martius, M. sagos Rottbol, M. Sylvester Martinus, M. longispinum Martinus, dan M. micracantum Martinus (Manan et al. dalam Haryanto dan Pangloli 1992). Spesies yang berkembang di Propinsi Papua adalah M. rumpii Martius (Tokede dan Fere 1997). Spesies ini masih terbagi ke dalam banyak jenis atau tipe berdasarkan ciri morfologi dan telah dikenal oleh masyarakat pengelola sagu dengan menggunakan penamaan lokal.
Miftachorrachman et al. (1996) telah mengidentifikasi 17−20 jenis sagu di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. Jenis-jenis tersebut sudah mempunyai nama lokal dan sudah dikenal oleh masyarakat pengelola sagu di Papua. Nama-nama lokal sagu tersebut adalah sebagai berikut: Yakhali, Fikhela, Phane, Osoghulu, Yoghuleng, Rena, Hobolo, Yebha, Hili, Wanni, Follo, Habela, Yaghalobe, Phui, Phara Waliha, Rondo, Ebesung, Manno, Ruruna, dan Phara. Jenis-jenis sagu ini berbeda secara morfologi maupun kemampuan produksi per pohon.
Untuk mempertahankan eksistensi jenis sagu penghasil tepung tinggi dan sangat tinggi di masa datang diharapkan adanya upaya perlindungan melalui kegiatan koleksi plasma nutfah. Widjono et al. (2000) telah mengidentifikasi 61 jenis sagu pada empat lokasi di Papua. Identifikasi dilakukan menurut sifat-sifat kualitatif yang meliputi warna pucuk, bentuk duri, pelepah daun, diameter batang, warna tepung, bentuk tajuk, dan produksi tepung. Dari 61 jenis yang ditemukan, 32 di antaranya mempunyai produksi tinggi dan telah banyak dimanfaatkan oleh penduduk.
Jenis-jenis sagu ini merupakan kekayaan hayati yang tidak ternilai bagi daerah Papua. Untuk mempertahankan keberlanjutannya, jenis-jenis ini perlu dilindungi dan dibudidayakan secara normal. Untuk memperkaya bahan pertanaman budi daya sagu, jenis-jenis ini perlu dilepas dan diberi nama baku secara nasional.

TEKNIK BUDI DAYA LOKAL DAN PENGOLAHAN HASIL SAGU
a.      Teknik Budi Daya
Pengetahuan masyarakat Papua tentang budi daya sagu diperoleh secara turun temurun dan kebanyakan berhubungan dengan mitos. Budi daya sagu yang dipraktekkan masyarakat meliputi pemilihan jenis sagu berproduksi tinggi, pemilihan bibit, cara tanam, dan pemeliharaan tanaman. Pemilihan bibit didasarkan atas kriteria tertentu menurut asal pengambilan dan tinggi tanaman. Bibit biasanya diambil dari tunas yang berasal dari pangkal batang (bukan dari tunas akar), tunas dari pohon yang siap panen, dan tunas yang terletak di atas permukaan tanah. Tunas yang umum digunakan adalah yang berasal dari pohon yang siap untuk dipanen. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerugian sebagai akibat pelukaan yang terjadi pada saat pengambilan tunas. Menurut persepsi masyarakat setempat, luka pada pohon induk pada saat pengambilan tunas akan mengganggu proses metabolisme sehingga menurunkan produksi aci. Selain asal bibit, tinggi bibit juga digunakan sebagai salah satu kriteria penting dalam pemilihan bibit. Tinggi bibit yang dipilih untuk ditanam diharuskan tidak kurang dari 1 m (Tokede dan Fere 1997).
Untuk menjamin keberhasilan penanaman sagu di lapangan, masyarakat Papua menggunakan perlakuan khusus terhadap bibit yang akan ditanam. Perlakuan ini berbeda-beda antarkelompok masyarakat (Tabel 6). Masyarakat Taminabuan tidak melakukan perendaman karena bibit yang diambil umumnya sudah membentuk akar serabut baru. Sementara masyarakat Inanwatan dan Wandamen melakukan perendaman karena sebagian akar serabut dari bibit dipotong. Perendaman dilakukan untuk merangsang tumbuhnya akar serabut baru.
Penanaman dilakukan pada lubang yang berdiameter 20−30 cm dengan kedalaman lubang 25−35 cm. Jarak tanam yang digunakan berkisar antara 4 m x 4 m sampai 10 m x 10 m. Sebelum penanaman, lubang tanam diisi dengan daun matoa atau daun paku-pakuan. Daun-daunan ini berfungsi sebagai sumber bahan organik bagi tanaman sagu. Setelah bibit diturunkan ke dalam lubang, lubang ditutup dengan tanah sebatas leher anakan. Penutupan lubang tidak boleh melebihi leher anakan, sesuai dengan cara tanam yang dianjurkan (Rostiwati et al. 1999).
b.      Pengolahan Sagu
Batang merupakan komponen hasil utama pada tanaman sagu. Tepung sagu diperoleh dari empulur sehingga pengolahan hasilnya cukup berat dan memerlukan alat yang khusus pula. Batang sagu yang sudah ditebang selanjutnya dikuliti untuk mendapatkan empulur yang mengandung tepung. Selanjutnya, empulur yang dihasilkan diparut agar memudahkan peremasan (pengepresan). Peremasan dilakukan dengan menggunakan alat pres untuk mengeluarkan pati dari parutan empulur. Setelah selesai peremasan, dilakukan penyaringan untuk membuang serat-serat kasar dari empulur. Suspensi pati yang didapatkan kemudian diendapkan untuk memisahkan tepung sagu dari air. Langkah selanjutnya adalah pengeringan, pengepakan dan penyimpanan atau distribusi ke konsumen. Tiap tahapan kegiatan atau jenis pekerjaan menggunakan alat yang berbeda-beda.
Peralatan pengolahan sagu sudah tersedia atau mudah disediakan kecuali untuk kegiatan pemarutan. Pemarutan empulur dapat dilakukan dengan menggunakan alat berupa silinder berpaku yang digerakkan oleh generator. Silinder berpaku mudah direkayasa di pedesaan, sementara generator membutuhkan biaya yang cukup mahal. Kondisi seperti ini tidak mudah bagi kebanyakan masyarakat Papua yang rata-rata berpendapatan sangat rendah. Oleh karena itu, umumnya masyarakat Papua menggunakan teknik pengolahan dan peralatan tradisional biasanya menggunakan kayu benrbentuk melengkung dan di ujungnya terdapat ring dari besi atau pipa yang di potong, pengolahan menggunakan alat ini di sebut dengan pangkur sagur (merauke). Pangkur merupakan alat pemarut empulur untuk mempermudah peremasan, sedangkan alat peremas digunakan untuk memisahkan tepung sagu dari empulur.


KEGUNAAN SAGU
Sagu mempunyai banyak kegunaan, di mana hampir semua bagian tanaman mempunyai manfaat tersendiri. Batangnya dapat dimanfaatkan sebagai tiang atau balok jembatan, daunnya sebagai atap rumah, pelepahnya untuk dinding rumah, dan acinya sebagai sumber karbohidrat (bahan pangan) dan untuk industri (Haryanto dan Pangloli 1992).
Aci sagu dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan, baik makanan pokok maupun makanan ringan. Oleh karena itu, tanaman sagu memegang peranan penting dalam penganekaragaman makanan untuk menunjang stabilitas pangan dan berpeluang untuk dikembangkan menjadi usaha industri rumah tangga. Papeda dan kapurung merupakan makanan pokok bagi sebagian penduduk asli Maluku, Papua, dan Sulawesi Selatan. Ini berarti bahwa bila sagu dapat dipertahankan sebagai bahan makanan pokok bagi sebagian penduduk di tiga daerah tersebut, maka beban pengadaan beras nasional menjadi lebih ringan. Sagu lempeng, buburnee, dan bagea berpeluang untuk dikembangkan menjadi industri rumah tangga. Menado (Sulawesi Utara) terkenal dengan bagea sagu sebagai oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut. Melihat pertanaman sagu di Papua yang sangat luas, peluang pengembangan industri rumah tangga hasil olahan sagu sangat besar. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan keterampilan masyarakat Papua dapat menopang keberhasilan pengembangan industri rumah tangga berbasis sagu. Untuk itu, pelatihan dan alih teknologi perlu mendapat perhatian.
Sumber: Jurnal Litbang Pertanian 2003
M. Zain Kanro, Aser Rouw, A. Widjono, Syamsuddin, Amisnaipa, dan Atekan
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua, Jalan Yahim Sentani, Kotak Pos 256 Sentani, Jayapura 99352

Sunday, April 1, 2012

Cara Mengganti Domain Blogspot

Setelah setting DNS di Smartdots.com™ selesai tugas  Teman-teman sekarang adalah  beralih ke Blogger.com atau blogspot yang akan dirubah DNS-nya dan ikuti cara-caranya sebagai berikut ini :
Dibawah ini cara merubah domain untuk blog versi terbaru dan saya menggunakan bahasa Indonesia.

1. Seperti biasa Login ke Blogger
2. Masuk ke Setting / Setelan
3. Pada Publishing / Penerbitan terdapat Alamat blog, Misalnya www.bupulenambudi.blogspot.com
4. Pilih Edit.
5. Isikan domain baru di kolom "Setelan Lanjutan" Misal www.blog-bupul.net.tc
6. Pada "  Use missing files host? / Gunakan host file yang hilang? " pilih "Tidak/No".
7. Klik Save / Simpan
8. Anda masuk kembali ke "Setelan Lanjutan" Beri tanda Centang alihkan "bupulenambudi.blogspot" ke "www.blog-bupul.net.tc"
9. Klik Save / Simpan
10 Selesai...

Teman-teman sepertinya cukup sekian dulu bagi-bagi ceritanya, lain kali disambung lagi... jika ada teman-teman yang sempat membaca , membutuhkan dan kurang paham terhadap Cerita saya di atas... jangan lupa postkan komentar ya.... Terimakasih.. Wassalammuallaikum......

Monday, March 26, 2012

Update PES 6 Transfer Pemain 2012


Aslkm. Untuk kali ini saya mencoba menulis artikel tentang PES 6, bagi teman-teman yang masih suka menggunakan PES 6 seperti saya, silahkan di baca. 


Tujuan saya kali ini adalah membagikan update transfer pemain 2012 kepada teman-teman semua, jika ada yang berminat silahkan di download,
Seperti biasa sebelum mendownload saya berikan petunjuk cara mengupdate PES 6. (petunjuk ini hanya untuk teman-teman yang belum tahu)

Langkah-langkah
Pastikan PES 6 teman-teman semua sudah terinstal di Laptop/PC , karena file yang teman-teman download berbentuk .rar maka tugas teman-teman harus meng-ekstrak terlebih dahulu. lalu Copy file KONAMI-WIN32PES6OPT kedalam folder berikut.
  1. Masuk ke C:/ My Documents
  2. Cari Folder bernama KONAMI/Pro Evolution Soccer 6/Save/Folder1
  3. Paste file tersebut di folder1.
  4. Keluar dari My Documents,
Setelah selasai lalu coba jalankan PES 6 update transfer pemain 2012, untuk memastikan bahwa sesuai dengan pemain musim ini, di Arsenal sudah ada Henry,  dan untuk tim lainya juga sesuai dengan para pemain musin ini.

Untuk Download
"Selamat Mencoba, Selamat Bermain" = " Yang Penting Jangan Lupa Waktu"


Thursday, March 22, 2012

John Von Neumann, Komputer dan Matematika



 John Von Neumann adalah salah satu ilmuwan terbesar abad ini.John Von Neumann di lahirkan di Budapest, ibukota Hungaria pada 28 Desember 1903 dengan nama Neumann Janos. Semenjak kecil kejeniusannya telah terlihat dalam Ilmu Matematika, dengan kemampuan melakukan pembagian bilangan delapan digit (angka) di dalam kepalanya. ada usia 17 tahun, Von Neumann sudah memublikasikan paper-nyasendiri untuk Journal of the German Mathematical Society. Pada tahun 1926, Von Neumann lulus dengan dua gelar yaitu gelas S1 pada bidang teknik kimia dari ETH dan gelar doktor (Ph.D) pada bidang matematika dari Universitas Budapest. Semua itu di peroleh pada usia 23 tahun.
Seiring dengan perkembangan ilmu komputer, dewasa ini banyak sekali peneliti yang mencoba membuat kajian dan melakukan pendefinisian terhadap ilmu komputer. Bagaimanapun juga, dasar ilmu komputer adalah matematika dan engineering (teknik). Matematika menyumbangkan metode analisa, dan engineering menyumbangkan metode desain pada bidang ini.
Disiplin ilmu komputer sudah muncul sejak era 1940, seiring dengan berpadunya teori algoritma dan logika matematika, serta ditemukannya komputer elektronik dengan kemampuan penyimpanan program. Adalah Alan Turing dan Kurt Godel, yang pada tahun 1930-an berhasil mendukung algoritma, logika, dan penghitungan matematika serta merealisasikan dalam sebuah alat atau rele system. Prinsip algoritma yang digunakan adalah dari Ada lovelace, yang dikembangkan 60 tahun sebelumnya.
John Von Neumann mendemonstrasikan salah satu karya fenomenalnya pada tahun 1945, yaitu sebuah arsitektur komputer yang disebut “Von Neuman machine”, dimana program di simpan memori. Arsitektur komputer inilah yang kemudian digunakan oleh komputer modern sampai sekarang.
Tahun 1960 adalah babak baru dimulainya formalisasi ilmu komputer. Jurusan ilmu komputer pada Universitas-universitas mulai marak dibangun. Disiplin ilmu baru ini kemudian terkenal dengan sebutan Ilmu komputer ( Computer Science), Teknik komputer (Computer engineering), Komputing (Computing), atau Informatika (Informatics).
Matematika dan ilmu komputer sangat erat kaitannya. Program-program yang terdapat pada komputer diciptakan oleh para ahli berdasarkan pola pikir matematis. Sebut saja program C++, Turbo Pascal, dan lain-lain yang prinsip kerjanya menggunakan logika matematika. Begitu pula sebaliknya, banyak masalah matematika yang dapat diselesaikan dengan menggunakan software komputer.

Monday, March 19, 2012

Cara Membuat Domain Gratis di Smartdots

Salam dunia maya.... Assalamuallaikum wr.wb....
Buat teman-teman blogger semua yang suka membuat blog atau website gratisan,  saya akan membagikan sebuah cerita , yaitu cara membuat domain gratis di Smartdots.com, lalu kita nantinya dapat mengganti “blogspot.com” kita menjadi domain yang dibuat dari Smartdots misalnya “blog-bupul.net.tc” .  
Untuk membuat domain di Smartdots Caranya sangatlah mudah..
Klik Smartdots lalu ketik  domain yang Anda inginkan dan jika tersedia lalu daftarkan, tidak ada syarat khusus bagi pengguna domain semisal memasang banner iklan Smartdots seperti penyedia jasa domain gratis lainnya. Tugas teman-teman semua adalah melakukan intruksi yang saya contohkan ini dengan tepat dan benar. Bisa juga menurut kemauan kalian sendiri yang penting bisa sampai tujuan dengan selamat.....
Tampilan halaman awal dari Smartdots 
 
Masukan domain yang ingin teman-teman gunakan pada blog nanti, pilih domain yang mudah di ingat! Alasanya kenapa...? karena biar teman-teman tidak lupa....
Nah jika teman-teman blogger sudah mengantongi nama domain dan sudah mendaftarkan di Smartdots.com™ langkah selanjutnya yaitu merubah DNS Setting untuk domain baru tersebut,perlu diketahui setting DNS ini sangatlah penting, jika teman-teman lupa tau salah melakukan langkah-langkahnya maka domain yang teman-teman buat tidak akan berfunsi sama sekali. berikut ini cara-cara yang harus dilakukan :
 1. Login ke SMARTDOTS atau check domain yang Anda inginkan dan daftarkan.
 2. Pastikan anda sudah membuat nama DNS untuk domain anda
 3. Klik Domain pada Control Panel Utama seperti gambar berikut ini
4. Klik "Domain"
 5.Klik “Management DNS” dan Klik” Pilih Pengaturan yang..”

 6. Isi alamat IP web server dengan 74.125.47.121 ( Merupakan alamat IP ghs.google.com)
 7. Kemudian Klik Menyerahkan.
 8. Selanjutnya akan masuk ke preview sekaligus setting DNS, dan klik Menyerahkan.
Selesai sudah langkah-langkah pembuatan domain gratis di smartdots.com, dan sekaran teman-teman sudah mempunyai domain sendiri dan siap digunakan di blog baru teman-teman.  


Kunjungi Juga Lanjutan =>>  "Cara Mengganti Domain Blogspot" dan " Download Teori Pembelajaran"

Thursday, March 15, 2012

Download Teori-Teori, Model, Pendekatan dan Metode Pembelajaran


Assalamuallaikum wr.wb
Buat teman-teman dunia maya yang ingin mendownload materi-materi pembelajaran, silahka di klik link dibawah ini. saya sengaja mengupload tujuannya adalah untuk berbagi Ilmu kepada teman-teman semua yng sedang membutuhkan. Teman-teman tidak usah kuatir dengan kualitas materi yang saya upload, karena sudah melalui proses penyaringan Oleh Bapak dan Ibu dosen yang berkompeten dalam bidang Ilmu kependidikan dan semua telah di presentasi di depan kelas. Jadi file-file tidak asal comot dari halaman web atau blog orang lain. 
Bagi yang ingin mendownload silahkan langsung di klik, File berbentuk PDF......
1. Karakteristik Matematika
2. Belajar Penemuan Jerome Bruner
3. Hirarki Belajar Menurut Gagne
4. Geometri dan Teori Van Hiele
5. Belajar Bermakna Menurut Ausubel
6. Teori Belajar Dienes
7. Teori Belajar Guilford
8. Teori Konstruktivisme Vygotsky
9. Operant Conditioning Skinner Ppt
10.Teori Pemecahan Masalah Polya Ppt
11. Teori Perkembangan Intelektual Piaget
12. Teori Thorndike
13. Operant Conditioning Skinner

Untuk sementara ini saya baru bisa upload sebanyak 13 file teori pembelajaran, kalau ada waktu dan kesempatan, akan saya tambahkan lagi... Terimakasih karena telah mengunjungi blog saya....

Saturday, February 25, 2012

Standar Isi Matematika SMP/MTs dan SMA/MA

Satuan Pendidikan    : Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs)
Mata Pelajaran          : Matematika

A.  Latar Belakang

Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dilandasi oleh perkembangan matematika di bidang teori bilangan, aljabar, analisis, teori peluang dan matematika diskrit.  Untuk menguasai dan mencipta teknologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini.
Mata pelajaran Matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan kompetitif.
Standar kompetensi dan kompetensi dasar matematika dalam dokumen ini disusun sebagai landasan pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan tersebut di atas. Selain itu dimaksudkan pula untuk mengembangkan kemampuan menggunakan matematika dalam pemecahan masalah dan mengkomunikasikan ide atau gagasan dengan menggunakan simbol, tabel, diagram, dan media lain.
Pendekatan pemecahan masalah merupakan fokus dalam pembelajaran matematika yang mencakup masalah tertutup dengan solusi tunggal, masalah terbuka dengan solusi tidak tunggal, dan masalah dengan berbagai cara penyelesaian. Untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah perlu dikembangkan keterampilan memahami masalah, membuat model matematika, menyelesaikan masalah, dan menafsirkan solusinya.
Dalam setiap kesempatan, pembelajaran matematika hendaknya dimulai dengan pengenalan masalah yang sesuai dengan situasi (contextual problem). Dengan mengajukan masalah kontekstual, peserta didik secara bertahap dibimbing untuk menguasai konsep matematika. Untuk meningkatkan keefektifan pembelajaran, sekolah diharapkan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi seperti komputer, alat peraga, atau media lainnya.

B. Tujuan

Mata pelajaran matematika bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.
1.      Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah
2.      Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan  matematika
3.      Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh
4.      Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah
5.      Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.

 

C. Ruang Lingkup

Mata pelajaran Matematika pada satuan pendidikan SMP/MTs meliputi aspek-aspek sebagai berikut.
1.      Bilangan
2.      Aljabar
3.      Geometri dan Pengukuran
       4.   Statistika dan Peluang.

 D. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar

Kelas VII,  Semester 1

Standar Kompetensi
Komptensi Dasar
Bilangan
1.   Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaannya dalam pemecahan masalah

1.1    Melakukan operasi hitung bilangan bulat dan pecahan
1.2    Menggunakan sifat-sifat operasi hitung bilangan bulat dan pecahan dalam pemecahan masalah
Aljabar
2.   Memahami bentuk aljabar, persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel

2.1   Mengenali bentuk aljabar dan unsur-unsurnya 
2.2   Melakukan operasi pada bentuk aljabar
2.3   Menyelesaikan persamaan linear satu variabel
2.4   Menyelesaikan pertidaksamaan linear satu variabel
3.   Menggunakan bentuk aljabar, persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel, dan perbandingan dalam pemecahan masalah
3.1   Membuat model matematika dari masalah  yang berkaitan dengan persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel
3.2   Menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel
3.3   Menggunakan konsep aljabar dalam pemecahan masalah aritmetika sosial yang sederhana
3.4   Menggunakan perbandingan senilai dan perbandingan berbalik nilai dalam pemecahan masalah











Kelas VII,  Semester 2

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Aljabar
4. Menggunakan konsep himpunan dan diagram Venn dalam pemecahan masalah


4.1   Memahami pengertian dan notasi himpunan, serta penyajiannya
4.2   Memahami konsep himpunan bagian
4.3   Melakukan operasi irisan, gabungan, kurang (difference), dan komplemen pada himpunan
4.4   Menyajikan himpunan dengan diagram Venn
4.5   Menggunakan konsep himpunan dalam pemecahan masalah

Geometri
5. Memahami hubungan garis dengan garis, garis dengan sudut, sudut dengan sudut, serta menentukan ukurannya




5.1    Menentukan hubungan antara dua garis, serta besar dan jenis sudut
5.2    Memahami sifat-sifat sudut yang terbentuk jika dua garis berpotongan atau dua garis sejajar berpotongan dengan garis lain
5.3    Melukis sudut
5.4    Membagi sudut

6. Memahami konsep segi empat dan segitiga serta menentukan ukurannya
6.1   Mengidentifikasi sifat-sifat segitiga berdasarkan sisi dan sudutnya
6.2   Mengidentifikasi sifat-sifat persegi panjang, persegi, trapesium, jajargenjang, belah ketupat dan layang-layang
6.3   Menghitung keliling dan luas bangun segitiga dan segi empat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah
6.4   Melukis segitiga, garis tinggi, garis bagi, garis berat dan garis sumbu



Kelas VIII,  Semester 1

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Aljabar
1. Memahami bentuk aljabar, relasi, fungsi, dan persamaan garis lurus






1.1 Melakukan operasi aljabar
1.2 Menguraikan bentuk aljabar ke dalam faktor-faktornya
1.3 Memahami konsep relasi dan fungsi
1.4 Menentukan nilai fungsi
1.5 Membuat sketsa grafik fungsi aljabar sederhana pada sistem koordinat Cartesius
1.6 Menentukan gradien, persamaan dan grafik garis lurus

2. Memahami sistem persa-maan linear dua variabel  dan menggunakannya dalam pemecahan masalah
2.1 Menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel
2.2 Membuat model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel
2.3 Menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel dan penafsirannya

Geometri dan Pengukuran
3. Menggunakan Teorema Pythagoras dalam pemecahan masalah

3.1 Menggunakan Teorema Pythagoras untuk menentukan panjang sisi-sisi segitiga siku-siku
3.2 Memecahkan masalah pada bangun datar yang berkaitan dengan Teorema Pythagoras



Kelas VIII,  Semester 2

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Geometri dan Pengukuran
4. Menentukan unsur, bagian lingkaran serta ukurannya







4.1 Menentukan unsur dan bagian-bagian lingkaran
4.2 Menghitung keliling dan luas lingkaran
4.3 Menggunakan hubungan sudut pusat, panjang busur, luas juring dalam pemecahan masalah
4.4 Menghitung panjang garis singgung persekutuan dua lingkaran
4.5 Melukis lingkaran dalam dan lingkaran luar suatu segitiga

5. Memahami sifat-sifat kubus, balok, prisma, limas, dan bagian-bagiannya, serta menentukan ukurannya
5.1 Mengidentifikasi sifat-sifat kubus, balok, prisma dan limas serta bagian-bagiannya
5.2 Membuat jaring-jaring kubus, balok, prisma dan limas
5.3 Menghitung luas permukaan dan volume kubus, balok, prisma dan limas


Kelas IX,  Semester 1

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Geometri dan Pengukuran
1. Memahami kesebangunan bangun datar dan penggunaannya dalam pemecahan masalah




1.1 Mengidentifikasi bangun-bangun datar yang sebangun dan kongruen
1.2 Mengidentifikasi sifat-sifat dua segitiga sebangun dan kongruen
1.3 Menggunakan konsep kesebangunan segitiga dalam pemecahan masalah

2. Memahami sifat-sifat tabung, kerucut dan bola, serta menentukan ukurannya
2.1 Mengidentifikasi unsur-unsur tabung, kerucut dan bola
2.2 Menghitung luas selimut dan volume tabung, kerucut dan bola
2.3 Memecahkan masalah yang berkaitan dengan tabung, kerucut dan bola

Statistika dan Peluang
3. Melakukan pengolahan dan penyajian data



3.1   Menentukan rata-rata, median, dan modus data tunggal serta penafsirannya
3.2   Menyajikan data dalam bentuk tabel dan diagram batang, garis, dan lingkaran

4. Memahami peluang kejadian sederhana
4.1   Menentukan ruang sampel suatu percobaan
4.2   Menentukan peluang suatu kejadian sederhana




Kelas IX,  Semester 2
  
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Bilangan
5. Memahami sifat-sifat bilangan berpangkat dan bentuk akar serta penggunaannya dalam pemecahan masalah sederhana



5.1 Mengidentifikasi sifat-sifat bilangan berpangkat dan bentuk akar
5.2 Melakukan operasi aljabar yang melibatkan bilangan berpangkat bulat dan bentuk akar
5.3 Memecahkan masalah sederhana yang berkaitan dengan bilangan berpangkat dan bentuk akar

6. Memahami barisan dan deret bilangan serta penggunaannya dalam pemecahan masalah

6.1 Menentukan pola barisan bilangan sederhana
6.2 Menentukan suku ke-n barisan aritmatika dan barisan geometri
6.3 Menentukan jumlah n suku pertama deret aritmatika dan deret geometri
6.4 Memecahkan masalah yang berkaitan dengan barisan dan deret

  

 

E.  Arah Pengembangan

Standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu memperhatikan Standar Proses dan Standar Penilaian.


LAMPIRAN C: Standar Isi Matapelajaran Matematika SMA/MA.
Satuan Pendidikan    : Sekolah Menengah Atas (SMA)/Madrasah Aliyah (MA)
Mata Pelajaran          : Matematika

A.   Latar Belakang

Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan mengembangkan daya pikir manusia. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dilandasi oleh perkembangan matematika di bidang teori bilangan, aljabar, analisis, teori peluang dan matematika diskrit.  Untuk menguasai dan mencipta teknologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini.
Mata pelajaran Matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan kompetitif.
Standar kompetensi dan kompetensi dasar matematika dalam dokumen ini disusun sebagai landasan pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan tersebut di atas. Selain itu dimaksudkan pula untuk mengembangkan kemampuan menggunakan matematika dalam pemecahan masalah dan mengkomunikasikan ide atau gagasan dengan menggunakan simbol, tabel, diagram, dan media lain.
Pendekatan pemecahan masalah merupakan fokus dalam pembelajaran matematika yang mencakup masalah tertutup dengan solusi tunggal, masalah terbuka dengan solusi tidak tunggal, dan masalah dengan berbagai cara penyelesaian. Untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah perlu dikembangkan keterampilan memahami masalah, membuat model matematika, menyelesaikan masalah, dan menafsirkan solusinya.
Dalam setiap kesempatan, pembelajaran matematika hendaknya dimulai dengan pengenalan masalah yang sesuai dengan situasi (contextual problem). Dengan mengajukan masalah kontekstual, peserta didik secara bertahap dibimbing untuk menguasai konsep matematika. Untuk meningkatkan keefektifan pembelajaran, sekolah diharapkan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi seperti komputer, alat peraga, atau media lainnya. Selain itu, perlu ada pembahasan mengenai bagaimana matematika banyak diterapkan dalam teknologi informasi sebagai perluasan pengetahuan peserta didik.

B.  Tujuan

Mata pelajaran matematika bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.
6.      Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah
7.      Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan  matematika
8.      Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh
9.      Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah
10.  Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.

C.   Ruang Lingkup

Mata pelajaran Matematika pada satuan pendidikan SMA/MA meliputi aspek-aspek sebagai berikut.
4.      Logika
5.      Aljabar
6.      Geometri
7.      Trigonometri
8.      Kalkulus
6.   Statistika dan Peluang.


D. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar

Kelas X, Semester 1
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Aljabar
1. Memecahkan masalah yang berkaitan dengan bentuk pangkat, akar, dan logaritma



1.1  Menggunakan aturan pangkat, akar, dan logaritma
1.2  Melakukan manipulasi aljabar dalam perhitungan yang melibatkan pangkat, akar, dan logaritma
2.  Memecahkan masalah yang berkaitan dengan fungsi, persamaan dan fungsi kuadrat serta pertidaksamaan kuadrat

2.1  Memahami konsep fungsi
2.2  Menggambar grafik fungsi aljabar sederhana dan fungsi kuadrat
2.3  Menggunakan sifat dan aturan tentang persamaan dan pertidaksamaan kuadrat
2.4  Melakukan manipulasi aljabar dalam perhitungan yang berkaitan dengan persamaan dan pertidaksamaan kuadrat
2.5  Merancang model matematika dari masalah yang berkaitan dengan persamaan dan/atau fungsi kuadrat
2.6  Menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan persamaan dan/atau fungsi kuadrat dan penafsirannya

3. Memecahkan masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dan pertidaksamaan satu variabel

3.1  Menyelesaikan sistem persamaan linear dan sistem persamaan campuran linear dan kuadrat dalam dua variabel
3.2  Merancang model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear
3.3  Menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dan penafsirannya
3.4  Menyelesaikan pertidaksamaan satu variabel yang melibatkan bentuk pecahan aljabar
3.5  Merancang model matematika dari masalah yang berkaitan dengan pertidaksamaan satu variabel
3.6  Menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan pertidaksamaan satu variabel dan penafsirannya


Kelas X, Semester 2
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Logika
4. Menggunakan logika matematika dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan pernyataan majemuk dan pernyataan berkuantor

4.1  Menentukan nilai kebenaran dari suatu per-nyataan majemuk dan pernyataan berkuantor
4.2  Merumuskan pernyataan yang setara dengan pernyataan majemuk atau pernyataan berkuantor yang diberikan
4.3  Menggunakan prinsip logika matematika yang berkaitan dengan pernyataan majemuk dan pernyataan berkuantor dalam penarikan kesimpulan dan pemecahan masalah

Trigonometri
5.  Menggunakan perbandingan, fungsi, persamaan, dan identitas trigonometri dalam pemecahan masalah

5.1  Melakukan manipulasi aljabar dalam perhitungan teknis yang berkaitan dengan perbandingan, fungsi, persamaan dan identitas trigonometri
5.2  Merancang model matematika dari masalah yang berkaitan dengan perbandingan, fungsi, persamaan dan identitas trigonometri
5.3  Menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan perbandingan, fungsi, persamaan dan identitas trigonometri, dan penafsirannya

Geometri
6.  Menentukan kedudukan, jarak, dan besar sudut yang melibatkan titik, garis, dan bidang dalam ruang dimensi tiga

6.1  Menentukan kedudukan titik, garis, dan bidang dalam ruang dimensi tiga
6.2  Menentukan jarak dari titik ke garis dan dari titik ke bidang dalam ruang dimensi tiga
6.3  Menentukan besar sudut antara garis dan bidang dan antara dua bidang dalam ruang dimensi tiga

Program Ilmu Pengetahuan Alam

Kelas XI, Semester 1
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Statistika dan Peluang
1. Menggunakan aturan statistika, kaidah pencacahan, dan sifat-sifat peluang dalam pemecahan masalah


1.1  Membaca data dalam bentuk tabel dan diagram batang, garis, lingkaran, dan ogive
1.2  Menyajikan data dalam bentuk tabel dan diagram batang, garis, lingkaran, dan ogive serta penafsirannya 
1.3  Menghitung ukuran pemusatan, ukuran letak, dan ukuran penyebaran data, serta penafsirannya
1.4  Menggunakan aturan perkalian, permutasi, dan kombinasi dalam pemecahan masalah
1.5  Menentukan ruang sampel suatu percobaan
1.6  Menentukan peluang suatu kejadian dan penafsirannya

Trigonometri
2.  Menurunkan rumus trigonometri dan penggunaannya

2.1  Menggunakan rumus sinus dan kosinus jumlah dua sudut, selisih dua sudut, dan sudut ganda untuk menghitung sinus dan kosinus sudut tertentu
2.2  Menurunkan rumus jumlah dan selisih sinus dan kosinus
2.3  Menggunakan rumus jumlah dan selisih sinus dan kosinus

Aljabar
3. Menyusun persamaan lingkaran dan garis singgungnya

3.1   Menyusun persamaan lingkaran yang memenuhi persyaratan yang ditentukan
3.2   Menentukan persamaan garis singgung pada lingkaran dalam berbagai situasi




Kelas XI, Semester 2
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Aljabar
4. Menggunakan aturan sukubanyak dalam penyelesaian masalah




4.1 Menggunakan algoritma pembagian sukubanyak untuk menentukan hasil bagi dan sisa pembagian
4.2 Menggunakan teorema sisa dan teorema faktor dalam pemecahan masalah

5  Menentukan komposisi dua fungsi dan invers suatu fungsi
5.1 Menentukan komposisi fungsi dari dua fungsi
5.2  Menentukan invers suatu fungsi

Kalkulus
6. Menggunakan konsep limit fungsi dan turunan fungsi dalam pemecahan masalah

6.1 Menjelaskan secara intuitif arti limit fungsi di suatu titik dan di takhingga
6.2 Menggunakan sifat limit fungsi untuk menghitung bentuk tak tentu fungsi aljabar dan trigonometri
6.3 Menggunakan konsep dan aturan turunan dalam perhitungan turunan fungsi
6.4 Menggunakan turunan untuk menentukan karakteristik suatu fungsi dan memecahkan masalah
6.5 Merancang model matematika dari masalah yang berkaitan dengan ekstrim fungsi
6.6 Menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan ekstrim fungsi dan penafsirannya




Program Ilmu Pengetahuan Alam

Kelas XII, Semester 1

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Kalkulus
1. Menggunakan konsep integral dalam pemecahan masalah

1.1   Memahami konsep integral tak tentu dan integral tentu
1.2   Menghitung integral tak tentu dan integral tentu dari fungsi aljabar dan fungsi trigonometri yang sederhana
1.3   Menggunakan integral untuk menghitung luas daerah di bawah kurva dan volum benda putar

Aljabar
2. Menyelesaikan masalah program linear







2.1     Menyelesaikan sistem pertidaksamaan linear dua variabel
2.2     Merancang model matematika dari masalah program linear
2.3     Menyelesaikan model matematika dari masalah program linear dan penafsirannya


3. Menggunakan konsep matriks, vektor, dan transformasi dalam pemecahan masalah
3.1  Menggunakan sifat-sifat dan operasi matriks untuk menunjukkan bahwa suatu matriks persegi merupakan invers dari matriks persegi lain
3.2  Menentukan determinan dan invers matriks     2 x 2
3.3  Menggunakan determinan dan invers dalam penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel
3.4  Menggunakan sifat-sifat dan operasi aljabar vektor dalam pemecahan masalah
3.5  Menggunakan sifat-sifat dan operasi perkalian skalar dua vektor dalam pemecahan masalah.
3.6  Menggunakan transformasi geometri yang dapat dinyatakan dengan matriks dalam pemecahan masalah
3.7  Menentukan komposisi dari beberapa transformasi geometri beserta matriks transformasinya


 


Kelas XII, Semester 2

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Aljabar
4. Menggunakan konsep barisan dan deret dalam pemecahan masalah







4.1   Menentukan suku ke-n barisan dan jumlah n suku deret aritmetika dan geometri
4.2   Menggunakan notasi sigma dalam deret dan induksi matematika dalam pembuktian
4.3   Merancang model matematika dari masalah yang berkaitan dengan deret
4.4   Menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan deret dan penafsirannya


5. Menggunakan aturan yang berkaitan dengan fungsi eksponen dan logaritma dalam pemecahan masalah
5.1   Menggunakan sifat-sifat fungsi eksponen dan logaritma dalam pemecahan masalah
5.2   Menggambar grafik fungsi eksponen dan logaritma
5.3   Menggunakan sifat-sifat fungsi eksponen atau logaritma dalam penyelesaian pertidaksamaan eksponen atau logaritma sederhana


Program Ilmu Pengetahuan Sosial

Kelas XI, Semester 1

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Statistika dan Peluang
1. Menggunakan aturan statistika, kaidah pencacahan, dan sifat-sifat peluang dalam pemecahan masalah


1.1    Membaca data dalam bentuk tabel dan diagram batang, garis, lingkaran, dan ogive
1.2    Menyajikan data dalam bentuk tabel dan diagram batang, garis, lingkaran, dan ogive serta penafsirannya
1.3    Menghitung ukuran pemusatan, ukuran letak, dan ukuran penyebaran data, serta menafsirkannya
1.4    Menggunakan aturan perkalian, permutasi, dan kombinasi dalam pemecahan masalah
1.5    Menentukan ruang sampel suatu percobaan
1.6    Menentukan peluang suatu kejadian dan penafsirannya




Kelas XI, Semester 2
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Aljabar
2. Menentukan komposisi dua fungsi dan invers suatu fungsi


2.1 Menentukan komposisi fungsi dari dua fungsi
2.2   Menentukan invers suatu fungsi

Kalkulus
3. Menggunakan konsep limit fungsi dan turunan fungsi dalam pemecahan masalah


3.1   Menghitung limit fungsi aljabar sederhana di suatu titik
3.2   Menggunakan sifat limit fungsi untuk menghitung bentuk tak tentu fungsi aljabar
3.3   Menggunakan sifat dan aturan turunan dalam perhitungan turunan fungsi aljabar
3.4   Menggunakan turunan untuk menentukan karakteristik suatu fungsi aljabar dan memecahkan masalah
3.5   Merancang model matematika dari masalah yang berkaitan dengan ekstrim fungsi aljabar
3.6   Menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan ekstrim fungsi aljabar dan penafsirannya


Program Ilmu Pengetahuan Sosial

Kelas XII, Semester 1

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Kalkulus
1. Menggunakan konsep integral dalam pemecahan masalah sederhana

1.1   Memahami konsep integral tak tentu dan integral tentu
1.2   Menghitung integral tak tentu dan integral tentu dari fungsi aljabar sederhana
1.3   Menggunakan integral untuk menghitung luas daerah di bawah kurva

Aljabar
2. Menyelesaikan masalah program linear


2.1  Menyelesaikan sistem pertidaksamaan linear dua variabel
2.2  Merancang model matematika dari masalah program linear
2.3  Menyelesaikan model matematika dari masalah program linear dan penafsirannya

3. Menggunakan matriks dalam pemecahan masalah
3.1  Menggunakan sifat-sifat dan operasi matriks untuk menunjukkan bahwa suatu matriks persegi merupakan invers dari matriks persegi lain
3.2   Menentukan determinan dan invers matriks   2 x 2
3.3   Menggunakan determinan dan invers dalam penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel




Kelas XII, Semester 2

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Aljabar
4. Menggunakan konsep barisan dan deret dalam pemecahan masalah

4.1 Menentukan suku ke-n barisan dan jumlah n suku deret aritmetika dan geometri
4.2 Merancang model matematika dari masalah yang berkaitan dengan deret
4.3 Menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan deret dan menafsirkan solusinya

 

Program Bahasa

Kelas XI, Semester 1

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Statistika dan Peluang
1. Melakukan pengolahan, penyajian dan penafsiran data

1.1  Membaca data dalam bentuk tabel dan diagram batang, garis, lingkaran, dan ogive serta pemaknaannya
1.2  Menyajikan data dalam bentuk tabel dan diagram batang, garis, lingkaran, dan ogive serta pemaknaannya
1.3  Menghitung ukuran pemusatan, ukuran letak dan ukuran penyebaran data, serta menafsirkannya


Kelas XI, Semester 2
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Statistika dan Peluang
2.  Menggunakan kaidah pencacahan untuk menentukan peluang suatu kejadian dan penafsirannya

2.1 Menggunakan sifat dan aturan perkalian, permutasi, dan kombinasi dalam pemecahan masalah
2.2 Menentukan ruang sampel suatu percobaan
2.3  Menentukan peluang suatu kejadian dan menafsirkannya
 

Program Bahasa

Kelas XII, Semester 1

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Aljabar
1. Menyelesaikan masalah program linear






1.1  Menyelesaikan sistem pertidaksamaan linear dua variabel
1.2  Merancang model matematika dari  masalah program linear
1.3  Menyelesaikan model matematika dari  masalah program linear dan menafsirkan solusinya

2. Menggunakan matriks dalam pemecahan masalah
2.1  Menggunakan sifat-sifat dan operasi matriks untuk menunjukkan bahwa suatu matriks persegi merupakan invers dari matriks persegi lain
2.2  Menentukan determinan dan invers matriks    2 x 2
2.3  Menggunakan determinan dan invers dalam penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel



Kelas XII, Semester 2
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Aljabar
3  Menggunakan konsep barisan dan deret dalam pemecahan masalah

3.1 Menentukan suku ke-n barisan dan jumlah n suku deret aritmetika dan geometri
3.2 Memecahkan masalah yang berkaitan dengan deret dan menafsirkan solusinya


E.  Arah Pengembangan
Standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu memperhatikan Standar Proses dan Standar Penilaian.